RSS
sebuah cerita,pengalaman,dan pelajaran,, you can get in here....

Pahlawan Soeharto


Purwokerto (ANTARA) - Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Prof Rubijanto Misman mengatakan, mantan Presiden Soeharto layak mendapat anugerah sebagai pahlawan nasional, namun saat ini waktunya belum tepat.

"Kita harus jujur, sebagai bangsa memang harus menghargai pahlawan. Saya pribadi, kalau mantan Presiden Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional itu sah-sah saja," katanya saat dihubungi ANTARA di Purwokerto, Selasa.

Kendati demikian, dia mengatakan, pemerintah harus mencari waktu yang tepat untuk memberikan gelar tersebut kepada mantan presiden ini.

Menurut dia, pemberian gelar tersebut harus menunggu waktu yang kondusif karena saat ini masyarakat sedang hangat-hangatnya membicarakan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia.

"Jadi harus memerlukan waktu, jangan seperti sekarang ini. Sepertinya belum pas kalau sekarang," katanya.

Dia mengatakan, pada masa pemerintahan Soeharto banyak terdapat permasalahan yang menyangkut pelanggaran HAM tersebut sehingga hal itu menjadi isu sensitif pada situasi seperti sekarang.

"Seperti kemarin di Papua ada rekaman tindak kekerasan yang dilakukan (seolah-olah, red) oleh TNI. Isu-isu kekerasan semacam ini menjadikan orang bertanya-tanya, pada era Soeharto hal itu juga terjadi," katanya.

Menurut dia, masyarakat sebenarnya tidak perlu mempermasalahkan apa yang pernah terjadi pada masa kepemimpinan Soeharto karena hal itu merupakan bagian dari sejarah.

Di sisi lain, kata dia, masyarakat juga harus melihat berbagai keberhasilan yang diraih masa pemerintahan Soeharto.

"Seperti yang saya katakan tadi, harus cari waktu yang tepat karena saat ini sedang ramai masalah kekerasan antarsuku, kekerasan oleh oknum, demokratisasi, dan sebagainya sehingga dikhawatirkan, di satu sisi kita ingin mengorbitkan nama beliau, tetapi tiba-tiba ada kejadian itu lagi," katanya.

Selain itu, kata dia, hingga saat ini mantan Presiden Soekarno juga belum mendapat gelar pahlawan nasional meskipun dalam sejarah telah dijelaskan kegigihannya untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan demikian, lanjutnya, hal itu justru dapat memunculkan pertanyaan mengapa Soeharto sudah mendapat gelar pahlawan nasional tetapi Soekarno belum mendapatkannya.

Terkait hal itu, dia menegaskan, pemberian gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden Soeharto sebaiknya menunggu situasi kondusif karena saat ini pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono sedang mendapat sorotan.

"Daripada kita memikirkan gelar pahlawan nasional yang masih pro-kontra, lebih baik kita pikirkan bagaimana kesejahteraan masyarakat. Ini yang lebih penting, berkaitan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Hari Pahlawan 10 November, lebih baik energi kita digunakan untuk membenahi nasib masyarakat yang konon saat ini pada tingkat yang menyedihkan," kata Rubijanto.
http://id.news.yahoo.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: